Rabu, 09 Januari 2013

mengatasi mati lampu!!!

Mati Listrik Ternyata Bisa Dihindari

Bagi masyarkat biasa pemakai listrik  atau pelanggan listrik (seperti saya) selama ini mempunyai anggapan bahwa mati listrik dalah suatu hal yang diluar kontrol kita, atau keadaan yang kita tidak bisa ikut serta untun mencegah mati listrik. Akan tetapi ternyata hal ini tidak benar, justru masyarkat pemakai / pelanggan listrik  SANGAT bisa dan berperan penting dalam menciptakan TIDAK terjadinya mati listrik.  Hal ini dibutuhkan kerjasama antara pihak penyedia listrik ( di Indonesia PLN ) dan pengguna listrik yaitu masyarakat umum, perkantoran/toko, dan industri atau pabrik2.  Pihak penyedia listrik mengumumkan dengan jelas pasokan yang bisa disediakan sekian KiloWatt.  Penyedia listrik juga menjelaskan bahwa pemakaian melewati batas itu akan menyebabkan pemadaman listrik tiba2.  Untuk bidang industri pemadaman tiba2 akan sangat menganggu proses produksi dan semua lini pekerjaan.
Untuk masyarakat umum, kadang baru di tengah2 kerja atau kegiatan tiba2 mati listrik …. waa ….. kaget dan mungkin ada yang kesel juga karena bagi orang yang kerja di komputer ( bukan laptop ) file atau data yang dibuat selama 2 jam mungkin hilang.  Dengan seringnya mati listrik maka pilihan “autosave” baik di pakai. Untuk yang pakai laptop agak aman karena ada baterai di komputernya.
1305868995631163141
Pesawat TV
Bahwa masyarakat umum atau lembaga pengguna listrik bisa ikut serta dalam menjaga tidak terjadinya mati listrik ini baru saya ketahui di jepang pasca gempa dan tsunami 11 maret 2011.  Pusat pembangkit listrik tidak berfungsi dan sampai sekarang belum selesai.   Sejak  tidak berfungsinya PLTN di Fukushima, maka kekurangan pasokan listrik menjadi masalah di jepang utara.  Tidak hanya jepang utara, tetapi Tokyo yang mendapat pasokan listrik dari Fukushima juga menghadapi masalah kekurangan listrik.
Bulan Mei 2011 menjadi bertambah kurang karena PLTN di Hamaoka, terletak di pantai timur jepang juga, 300 km di sebelah selatan Tokyo juga dihentikan karena dinilai kelengkapan dan posisi terhadap kemungkinan bencana gempa dan tsunami sama seperti di Fukushima.
-
Untuk mengatasi mati listrik tiba2 dan pemadaman berkala, maka pemerintah melalui siaran televisi dan media lainnya mengajak semua masyarakat dan industri untuk HEMAT listrik atau sebetulnya menggurangi jumlah listrik yang dipakai ( bukan untuk hemat secara ekonomi tapi sedikit menggunakan sehingga tidak terjadi pemadaman listrik ).  Dulu beberapa hari setelah gempa dan tsunami beberapa wilayah di Tokyo sempat mengalami giliran listrik, akan tetapi hanya berlangsung 3 kali saja, sampai sekarang tidak ada pemadaman listrik lagi.
Supaya ada pedoman yang jelas berapa harus berhemat,  dan apa saja yang bisa dihemat,  di saluran TV dan media massa surat kabar atau internet juga dijelaskan soal penggunaan listrik ini.  Untuk sebuah rumah tangga, bisa digambarkan seperti ini :
Air Contioner (AC) Kulkas Lampu Televisi Mesin Cuci Lain2
25.2% 16.1% 16.1% 9.9% 3.9% 28.8
Dari table rata2 penggunaan di atas didalam rumah keluarga,  maka semua bisa terbayang apa yang musti dilakukan dan apa yang bisa diheamt.  Menjelang musim panas ini pemakaian AC menjadi sangat vital, maka program penghematan ini betul2 di tekankan.  Pemakaian AC bisa dihemat dengan cara menaikan suhu minimal pendinginan misalnya dari 26C menjadi 28C.  Bisa juga hanya menggunakan fungsi kipas ( dry ) jadi tanpa proses pendinginan.
Usaha untuk tetap menjaga bersama tidak terjadi mati listrik tanpa menganggu semua proses pekerjaan dilakukan juga oleh kantor dan industri. Hari Kamis 18 Mei 2011,  persatuan industri mobil di jepang (JAMA) telah sepakat untuk tidak berproduksi pada hari Kamis dan Jumat, hari2 dimana terjadi puncak penggunaan listrik.  Sebaliknya pabrik2 itu akan beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu.  Jadi proses penghematan atau penghidaran mati listrik ini dilakukan  TANPA mengganggu jumlah dan waktu produksi.  Beberapa pegawai yang sempat diwawancarai karena hari libur mereka berubah , sebagian besar tidak keberatan dan bahkan ada yang bilang baik dan senang karena ada hari biasa yang libur sehingga bisa mengurus keperluan yang selama ini tidak bisa.
Semoga tulisan ini bisa memberikan suatu gambaran bahwa ternyata mati listrik itu bisa dihindarkan,  perlu kerjasama antara PLN di Indonesia dengan pelanggan semua.  Semoga kejadian mati listrik di Indonesia semakin sedikit, sehingga para investor juga semakin tertarik.
Catatan:  Tokyo sekarang ini hanya bisa menyediakan 43. 500.000 kW, sementara menurut catatan penggunaan maksimum di musim panas sebesar 60.000.000 kW.  Jadi pasokan sangat kurang sekali. Sementara ini selalu di monitor penggunaan tiap harinya, yang rata2 sekitar 80% s/d 90 % ( setelah hemat sana sini )
Hamaoka Nuclear Power Plant, Omaezaki, Shizuoka Prefecture , sejak Mei sudah dihentikan operasinya : (  gambar dari google )
Hamaoka Nuclear Power Plant, Omaezaki, Shizuoka Prefecture
Hamaoka Nuclear Power Plant, Omaezaki, Shizuoka Prefecture

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar